Hadiri Undangan Workshop Penguatan Kampung KB Percontohan, Kepala Desa Sukajaya Terbang Ke Bogor

Minggu 02/12/2018 – Kepala Desa Sukajaya Asep Cahya Wijaya, BE didampingi Kaur Kesra Desa Sukajaya Robi Samsudin S.Ag terbang ke Bogor untuk menghadiri Workshop Penguatan Kampung KB yang digelar di Hotel Mirah Bogor dan rencananya akan berlangsung selama 5 hari yaitu mulai 2 Desember hingga 5 Desember. Tujuan acara workshop ini sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kampung KB Percontohan yang dalam hal ini akan sangat dibutuhkan peran dari PKB/PKLB, Kepala Desa, Ketua Pokja serta Fasilitator Desa. Kepala Desa Sukajaya diundang dalam acara ini dikarenakan Kampung KB Insan Sejahtera yang berlokasi di RW 06 Desa Sukajaya merupakan Kampung KB Percontohan Propinsi Jawa Barat.

Acara yang dihelat oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ini memiliki tema utama Kampung KB dikarenakan Kampung KB merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan Program KKBPK kepada masyarakat dengan mengaktualisasikan 8 Fungsi Keluarga dan membangun karakter bangsa melalui perwujudan keluarga kecil bahagia sejahtera. Sasaran Kampung KB utamanya adalah penduduk yang tinggal di wilayah miskin, padat penduduk, kurang memiliki akses kesehatan, terpencil, pesisir, kumuh, dan kesertaan ber-KB nya masih rendah.

Penggarapan program pembangunan berbagai sektor terkait di Kampung KB ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan fasilitasi dari Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT, PKB/PLKB, PKK, Institusi Masyarakat Perdesaan (MP), tokoh masyarakat, kader, serta lintas sektor terkait. Kampung KB menjadi salah satu model miniatur pelaksanaan Program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN secara sinergis dengan kernenterian/lembaga, pemangku kepentingan, dan mitra kerja terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di tingkatan pemerintah terendah di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 hingga 31 Agustus 2018 telah terbentuk 8.112 Kampung KB. Di tahun 2019, diharapkan Kampung KB akan terbentuk di setiap desa sangat tertinggal dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut. Dalam dua tahun setelah pencanangan Kampung KB, pelaksanaan di lapangan belum seperti yang diharapkan. Dari sekian banyak lokasi Kampung KB yang telah dicanangkan terdapat variasi yang sangat besar dalam pelaksanaan di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah tidak adanya kegiatan lanjutan setelah pencanangan.

Hal ini disebabkan Oleh banyak faktor misalnya kurangnya pernahaman pemangku kepentingan di setiap level akan konsep Kampung KB, tidak adanya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Kampung KB, kurangnya dukungan lintas sektor, dsb. Faktor ini didukung dengan hasil penelitian dari Puslitbang KB & KS pada tahun 2017 yang menyatakan bahwa: secara umum kegiatan yang dilaksanakan di Kampung KB masing-masing provinsi masih didominasi Oleh kegiatan KKBPK, sementara kegiatan dari instansi lintas sektor relatif terbatas; sarana yang ada di Kampung KB umumnya masih terbatas pada sarana KIE kegiatan KKBPK dan sarana KIE dari Kesehatan sementara sarana dari instansi lintas sektor Iainnya tidak banyak ditemukan di Kampung KB; dan secara urnum, pernbinaan Kampung KB masih bersifat sektoral dan belum terjadwal dan belum terkoordinasi.

Salah satu penggerak program KKBPK di lapangan dalam menjalankan program Kampung KB adalah Penyuluh Keluarga Berencana. Sehingga Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan Direktorat Bina Lini Lapangan menyusun kegiatan peningkatan kapasitas PKB/PLKB dalam pengelolaan Kampung KB khususnya dalam pembuatan rencana kerja. Diharapkan dengan kegiatan ini, kedepannya Program-program KKBPK dan Ilintas sektor bisa berjalan dengan baik terutama di Kampung KB Percontohan.